Cari Blog Ini

Jumat, 13 Oktober 2017

Gunung Sanggabuana

                Ini adalah perjalanan saya pada waktu itu ke gunung Sanggabuana, tempat yang konon dipercaya oleh masyarakat sekitar dipakai buat bertapa nya orang - orang sakti jaman dulu. Dan itu terbukti dengan adanya sisa - sisa petilasan yang ada di Gunung ini. Gunung Sanggabuana adalah atap tertinggi Kabupaten Karawang. Terletak di 4 perbatasan daerah sekaligus yakni Karawang, Cianjur, Bogor, dan Purwakarta. Gunung yang memiliki ketinggian 1291 Mdpl ini adalah satu - satunya gunung yang ada di Karawang dan rute jalur yang biasa dipakai untuk menuju gunung ini adalah lewat Loji (Ke arah Curug Cigentis).  Disini saya secara ga langsung wisata sejarah dan juga kebudayaan sunda. Petilasan Makom Eyang Prabu Siliwangi, Ibu Ratu Galuh, Eyang Sapujagat, dan Tadjimalela ada dipuncak gunung ini. Perjalanan menuju puncak Sanggabuana juga ga mudah, walau hanya dikisaran 1000mdpl tetapi waktu yang ditempuh bisa mencapai 4 jam. Dan aneh nya lagi, dipuncak nya itu kita berasa kaya ada di desa, karena kita akan disuguhkan banyak nya rumah kayu dan petilasan makam. Dipuncak juga ada ayam, kucing, dan warung, sesajen plus orang - orang yang berziarah. Oya, di Gunung Sanggabuana ini ada salah satu pantangan yang waktu itu saya diberitahu oleh kuncen gunung tersebut. Jangan pernah meminta yang dingin, karena di Gunung Sanggabuana itu hawanya memang selalu dingin. Kalau kamu minta dingin, bisa jadi nanti kamu malah dikasih kedinginan (bahkan bisa sampai menggigil ataupun hipo) begitulah ucap si Mamaknya. Terimakasih untuk pengalaman nya, Sanggabuana! .
.

Dokumentasi : Gunung Sanggabuana 1291 Mdpl



Rabu, 30 Agustus 2017

Mountaineering


Aktivitas mendaki gunung akhir-akhir ini nampaknya bukan lagi merupakan suatu
kegiatan yang langka, artinya tidak lagi hanya dilakukan oleh orang tertentu (yang
menamakan diri sebagai kelompok Pencinta Alam, Penjelajah Alam dan
semacamnya). Melainkan telah dilakukan oleh orang-orang dari kalangan umum.
Namun demikian bukanlah berarti kita bisa menganggap bahwa segala sesuatu yang
berkaitan dengan aktivitas mendaki gunung, menjadi bidang ketrampilan yang
mudah dan tidak memiliki dasar pengetahuan teoritis. Di dalam pendakian suatu
gunung banyak hal-hal yang harus kita ketahui (sebagai seorang pencinta alam)
yang berupa : aturan-aturan pendakian, perlengkapan pendakian, persiapan, caracara
yang baik, untuk mendaki gunung dan lain-lain. Segalanya inilah yang tercakup
dalam bidang Mountaineering. Mendaki gunung dalam pengertian Mountaineering
terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :
A. Berjalan (Hill Walking)
Secara khusus kegiatan ini disebut mendaki gunung. Hill Walking adalah kegiatan
yang paling banyak dilakukan di Indonesia. Kebanyakan gunung di Indonesia
memang hanya memungkinkan berkembangnya pada tahap ini. Disini aspek yang
lebih menonjol adalah daya tarik dari alam yang dijelajahi (nature interested)
B. Memanjat (Rock Climbing)
Walaupun kegiatan ini terpaksa harus memisahkan diri dari Mountaineering, namun
ia tetap merupakan cabang darinya. Perkembangan yang pesat telah melahirkan
banyak metode-metode pemanjatan tebing yang ternyata perlu untuk diperdalam
secara khusus. Namun prinsipnya dengan tiga titik dan berat dan kaki yang
berhenti, tangan hanya memberi pertolongan.
C. Mendaki gunung es (Ice & Snow Climbing)
Kedua jenis kegiatan ini dapat dipisahkan satu sama lain. Ice Climbing adalah caracara
pendakian tebing/gunung es, sedangkan Snow Climbing adalah teknik-teknik
pendakian tebing gunung salju.
Dalam ketiga macam kegiatan di atas tentu didalamnya telah mencakup :
Mountcamping, Mount Resque, Navigasi medan dan peta, PPPK pegunungan, teknikteknik
Rock Climbing dan lain-lain.

Senin, 07 Agustus 2017

Ekspedisi Gunung Jawa Barat



Adalah agenda kegiatan tahun ini yang saya lakukan secara mandiri (perseorangan) dan dibantu oleh teman - teman komunitas saya yang tujuan nya adalah menghargai dan mempelajari keagungan kultur, sejarah, dan budaya yang ada di tanah pasundan yakni Jawa Barat. Dengan misi ingin mengibarkan bendera kehormatan komunitas saya yakni @mtma_bandung sebagai simbol semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan dalam melestarikan dan menghargai anugerah alam yang telah tuhan berikan kepada tanah pasundan ini. Jabar ngahiji! Jabar Kahiji!


Perwakilan daerah puncak tertinggi 
Karawang : Gunung Sanggabuana 1291 Mdpl
Garut : Gunung Cikuray 2821 Mdpl
Sukabumi : Gunung Salak 2211 Mdpl
Majalengka, Kuningan, Cirebon : Gunung Ciremai 3078 Mdpl
Purwakarta : Gunung Bongkok 975 Mdpl
Sumedang : Gunung Tampomas 1684 Mdpl
Bogor : Gunung Pangrango 3019 Mdpl
Tasikmalaya : Gunung Galunggung 2167 Mdpl 

Kamis, 03 Agustus 2017

SADAR KAWASAN

STOP REPOST AND POSTING KAWASAN CAGAR ALAM.
Kenapa? Baca UU NO 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SDA HAYATI & EKOSISTEMnya.

Apasih Cagar Alam itu?
Berdasarkan pasal 1 angka 10 UU 5/1990 : Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Dalam pasal 17 ayat (1) UU 5/1990 "Didalam cagar alam dapat dilakukan kegiatan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya".

Jika ada pertanyaan :
1. Apakah benar, sesuai dengan peraturan yang berlaku, cagar alam bisa dimanfaatkan untuk wisata, meski "wisata alam terbatas"?
2. Kegiatan "pendidikan" yang diperbolehkan dilakukan di cagar alam itu yang seperti apa?

Dan bisa kita jawab :
Istilah "wisata alam terbatas" di dalam UU 5/1990 justru tidak terdapat di dalam pengaturan tentang cagar alam. Melainkan di ketentuan yang mengatur tentang suaka margasatwa, yaitu di pasal 17 ayat (2) UU 5/1990, yaitu di dalam suaka margasatwa dapat dilakukan kegiatan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, wisata terbatas, dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya.

Lebih lanjut penjelasan pasal 17 ayat (2) UU 5/1990 tersebut menjelaskan pengertian wisata terbatas sebagai suatu kegiatan untuk mengunjungi, melihat, dan menikmati keindahan alam di suaka margasatwa dengan persyaratan tertentu.
 
Lalu,
Kawasan itu ada 2
1. Kawasan Pelestari Alam
2. Kawasan Suaka Alam. 
Dari 2 itu : 
1. KPA mencakup
1. Taman wisata alam
(boleh di kunjungi, karena memang  untuk wisata, namun dalam konteks tetap menjaga kelestarian)
2. Hutan raya (boleh di kunjungi untuk wisata, dengan etika yang sama)
3. Taman nasional (boleh dikunjungi. Hanya saja dengan sistem zonasi, dimana zona inti tidaklah boleh di kunjungi, karena masuk kedalam habitat flora dan fauna yang dilindungi)
2. KSA
1. Suaka marga satwa ( boleh di kunjungi, namun dengan batasan, karena masuk kedalam kawasan pelestari flora dan fauna, dengan sistem zonasi) 
2. The one only . Cagar alam. (tidak boleh di kunjingi sama sekali, selain alasan penelitian)
Bahkan ada yang menyebutkan seperti ini, ranting yang jatuh di kawasan CA, jangankan untuk di ambil, di pindahkan saja tidak boleh. Biarkan alam yg memprosesnya secara alami.
Untuk simaksi, untuk kawasan TN,TWA,dan Tahura. Bisa mengurus izin masuk di tempat
Untuk CA dan suaka marga satwa. Di urus langsung di BKSDA, dengan laporan yg lengkap. Jumlah team dll. Dan paling lambat sebulan setelah melakukan kunjungan penelitian. Harus ada report secara tertulis yang di berikan kepada BKSDA
Nah, menariknya di sini. Kebanyakan dari kita, menganggap surat izin kunjungan atau tiket yg di dapat di loket taman nasional adalah simaksi.
Dan sayangnya itu bukanlah simaksi.
Tapi tiket masuk kunjungan!
So buat kalian yang ngaku penikmat alam, pecinta alam dan apapun itu namanya please, tinggalkan mereka biarkan mereka hidup tanpa adanya campur tangan dari kalian. Mereka harus hidup dengan alaminya. 
#saveciharus #savetegalpanjang #savesempu #pendakipeduli #sadarkawasan

Selasa, 09 Mei 2017

THE ROAD





Perjalanan mencintai gunung Bandung dengan segala lanskap, sejarah, dan budayanya. Penting nya mempelajari gunung Bandung bagi diri saya adalah bahwasanya Bandung itu tidak ada apa - apanya jika tanpa gunung. 660 lebih Gunung yang mengelilingi Bandung Raya adalah bukti dari kebesaran pemberian tuhan buat tanah pasundan ini.




Jumat, 24 Maret 2017

Doakan mereka yang masih berjuang dari ketidakadilan

Panjang Umur Perjuangan! .
.
Mari doakan buat semua dulur dulur kita yang masih berjuang merebut hak dan kemerdekaannya. Hestek - hestek seperti ( #rembangmelawan , #kawalkendeng , #tolakreklamasitelukbenoa ) ini hanya sebagian kecil dari polemik yang ada di negara Indonesia. Beruntung lah Bandung mempunyai pemkot (pemerintahan) dan pemimpin yang berusaha semaksimal mungkin untuk melayani rakyatnya. Di Rembang dan di Bali, kekuasaan dipakai bukan untuk memakmurkan rakyatnya. Dan hingga hari ini, mereka masih berjuang merebut kembali haknya. Dan yang menyedihkan lagi ketika Gunung Lawu yang kesakralannya dijaga oleh masyarakat harus dirusak oleh tangan - tangan yang berkuasa dengan dalih ingin membuat Geothermal. Saya sangat tau dampaknya yang akan terjadi karena di Bandung pun saya melihat dengan mata kepala sendiri cara pengelolaan PGE/ Geotermal tersebut seperti apa. Silahkan bermain ke kawasan Kamojang (Bandung selatan). Dan mari kita dukung gerakan - gerakan yang ada di hestek tersebut! .
(Berita 1 : Izin pembangunan pabrik semen "Rembang" di terbitkan per tanggal 23 Februari 2017) .
(Berita 2 : Para pemangku adat dan pecinta alam demo menolak pemerintah yg akan melakukan eksplorasi "geotermal" gunung lawu 26 Februari 2017). #menolaklupa #menolakdiam

Senin, 27 Februari 2017

Gunung dan Cinta

       Gunung dan cinta. Ya, bagiku itu adalah suatu hal yang berkesinambungan dan saling melengkapi. Gunung bisa menghadirkan cinta. Orang akan kelihatan pengorbanan nya jika mendaki gunung. Dan disitulah aku juga merasakan indah nya mendaki. Indahnya gunung bandung. Iya, gunung - gunung serta hamparan luas lanskap kota Bandung yang begitu indah. Di gunung lah aku mengenal akan cinta yang sesungguhnya. Cinta dari seorang sahabat, dari kerabat, maupun orang yang baru dikenal. Aku berharap cerita ku ini bisa dirasakan pula oleh kalian juga. Kali ini aku ingin sedikit ngungkapin rasa sukaku terhadap gunung dan cintaku yang terbawa pada saat mendaki gunung. Tetap jaga kelestarian alam dan gunung - gunung yang kita kunjungi ya guys. Salam lestari!

Senin, 13 Februari 2017

Ekspedisi Gunung Bandung 2017


Inilah foto saya bersama sang partner yaitu Hendrik di ekspedisi gunung bandung tahun ini. Saya juga tercetus fikiran tersebut secara tak sengaja ketika kami berdua sedang berada di Gunung Koromong pas malam pergantian tahun baru yg lalu. Saya bukan peneliti ataupun profesor. Saya hanya seorang mahasiswa yang mencoba mengobservasi dan ingin tau lebih tentang awal terbentuknya Bandung dan sejarah meletusnya gunung sunda purba yang hasilnya membentuk gunung - gunung kecil yang ada di Bandung. Waktu itu kami berangkat menuju Gunung Koromong ini via situ sipatahunan, trekking menuju puncaknya hanya sejam kurang. Dan disana, kita bisa melihat beberapa puncakan kecil yang lain disekitar Koromong. Kami tak sengaja bertemu dengan pendaki yg ternyata memang warga asli situ. Koromong dikelilingi beberapa puncak yang lain katanya. Puncak yang terkenal diantaranya puncak geulis, puncak pabeasan, puncak heli, puncak ular, dan puncak yang waktu itu saya pijak yaitu Koromong. Diselatan, kamu bakalan melihat puncak mega dan diutara kamu akan disuguhkan lanskap kota Bandung. Disitu saya takjub dan dapat pengetahuan yang baru mengenai Gunung Bandung. Dan tahun ini selama 52 minggu kedepan saya insyaallah ingin belajar mencintai gunung - gunung yg ada di Bandung dgn segala kemagisannya.
Ps: Biasanya kita melakukan agenda ini tiap sabtu sore, karna ada kegiatan yg saya tak bisa ditinggalkan seperti kuliah dan beliau kerja makanya kita berangkat selalu sore. Dan ini terbuka utk siapa saja. Salam lestari!

Senin, 09 Januari 2017

KOMUNITAS RUANG FILM BANDUNG

    
     Komunitas Ruang Film Bandung adalah komunitas yang saya ikuti sejak 2015 yang lalu. Komunitas ini mewadahi perkumpulan bagi mereka yang menyukai dunia perfilman dan khusus nya (biasanya) bergerak di bidang perfilman indie di tanah air. Ruang Film Bandung juga sebagai Ruang publik untuk menggelorakan perfilman dan sineas - sineas muda yang berada dikota Bandung dan sekitarnya. Ruang Film Bandung turut mengapresiasi karya sineas - sineas yang sudah bersusah payah dalam membuat karyanya dalam bentuk workshop, festival film, lomba film, maupun layar tanclep. Komunitas ini pula yang menjadi milik pecinta atau pegiat atau komunitas film yang lain untuk putar dan belajar film bersama melalui media diskusi umum, sharing, dan sebagainya. Slogan atau tagline dari komunitas ini adalah "Let's make Bandung a great film city". Tertarik mencoba ikut? Gabung aja ke Grup Facebook nya Ruang Film Bandung dan selamat berkarya!

Gunung Artapela Gambung Sedaningsih

EKSPEDISI GUNUNG BANDUNG
Lokasi: Gunung Artapela 2194 MDPL
.
    Gunung Artapela atau (Gunung Gambungsedaningsih) adalah gunung yang bisa lebih dikatakan sebagai "ladang kebon". Mangapa demikian? Karena hampir 90% lebih gunung ini diisikan oleh tanaman - tanaman sayuran dan lahan perkebunan milik warga sekitar. Gunung yang terletak di Kertasari Kabupaten Bandung ini kondisi nya lumayan cukup memprihatinkan karena hampir sebagian lereng gunung nya gundul dan akhirnya daya penyerapan air ketika musim hujan seperti saat ini tiba jadinya berkurang bahkan gak ada. Saya waktu itu kesini dengan komunitas My Trip My Adventure Bandung bulan November 2016 yang lalu dengan agenda penanaman pohon di gunung ini. Ada kutipan dari mang Pepep DW yang saya pelajari mengenai Gunung Artapela ini, berikut pernyataan nya:
("Di Bandung Selatan, terdapat gunung dengan nama "gambung", lengkapnya Gunung Gambungsedaningsih. Sejak lama, lahan di gunung ini dijadikan tempat berkebun, dari ketinggian 1000 mdpl hingga 2100 mdpl yang hampir menyentuh puncak gunung.

Setelah masa panen, beberapa wilayah ditinggalkan lama penggarap, bahkan sampai bertahun-tahun. Karena lokasinya diketinggian, vegetasi yang tumbuh hanya berupa rumput pendek yang menciptakan savana, "makplak hejo".
Bisa jadi, itu yang menjadi latarbelakang gunung ini dinamai Gunung Gambung, sementara tambahan "sedaningsih" masih misterius hingga hari ini.

Pada tahun 2014, sekelompok pemuda di desa Sukapura "maliré" lahan gambung yang ditinggalkan lama penggarap tersebut. Kemudian dua "savana" di atas punggung gunung dinamai "artapela" dan "sulibra", nama kedua selain nama lokasi juga dijadikan nama kelompok/komunitas yang mengelola wilayah ini.

Artapela dan Sulibra berada di atas ketinggian >2000 mdpl, setiap malam dan pagi, jika beruntung para pendaki yang berkemah di sini disuguhkan pemandangan yang menarik, dari gemerlap lampu kota, awan/kabut ysng berlarian di bawah kaki, hingga lanskap Gunung Rakutak dan Ciremai di ujung timur jauh.
Apa dan bagaimana "artapela" dan "sulibra", bagaimana dampak positif keberadaan mereka?") .


Itu tadi kutipan dari Mang Pepep tentang Gunung Artapel/ Gambung Sedaningsih, Gunung ini mempunyai ketinggian 2194 MDPL yang sekarang puncak nya diberi nama "puncak sulibra". Anda tertantang mencoba gunung ini? Tetap jangan lupa #sadarkawasan dan #bawaturunsampahmu yah daks :). Salam lestari! 

Kamis, 29 Desember 2016

PENCAPAIAN DI 2016 DAN HARAPAN DI 2017


         Ga kerasa bentar lagi tahun 2016 bakalan melewati kita semua, ga kerasa sekarang udah di penghujung tahun 2016 lagi aja. Iya, semua ga kerasa. Waktu kerasa cepat berlalu, dan sebentar lagi tahun 2017 bakalan menghampiri. Saya bersyukur di 2016 ini banyak sekali pencapaian yang saya raih. Saya bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat hidup dan nikmat pencapaian saya selama tahun ini. Tahun ini adalah tahun dimana saya banyak melakukan aktifitas diluar rumah, senin sampai dengan minggu saya ada saja waktu yang terisi untuk kegiatan - kegiatan positif nan bermanfaat. Sabtu - Minggu pun sampai - sampai serasa malah kaya hari biasa. Itu gokil! Dari 52 kali di 52 minggu waktu libur yang ada (Sabtu/Minggu selama satu tahun) yang seharusnya dipakai untuk kegiatan beristirahat dan bersantai dirumah, hampir sekitar 18 minggu saya habiskan waktu saya untuk berkegiatan di alam. Berarti hampir sekitar 25% waktu saya dihabiskan disana. Ada saja kegiatan setiap hari minggu yang dijadwalkan untuk berkemah disana - sini, dalam rangkaian kegiatan acara A,B,C. Termasuk sebelum acara hari H, banyak tenaga dan fikiran yang terkuras untuk menyelesaikan persoalan tersebut dari mulai persiapan sana - sini, rapat sana rapat sini dan sebagainya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di kegiatan "camping" atau berkemah yang saya lakukan. Saya kuliah di DKV tapi serasa anak "Kehutanan dan Pertanian" . Hobi ini lah yang terus menyemangati saya untuk berkarya kepada bangsa. Mulai dari hal yang kecil pastinya. Oya, terimakasih juga untuk teman - teman yang selalu berada dibelakang saya, yang selalu mengingatkan saya "ulah maceuh teuing", yang selalu memarahi saya dan selalu mengingatkan kondisi tubuh saya untuk selalu dijaga kesehatannya. Makasih buat kalian semua yang masih banyak memberi perhatian kepada saya. Udah banyak orang yang ngingetin saya dari yang bilang "Cicing sapoe atuh ka Enggar diimah, tong aktifitas wae" , "Maneh edan gar, urang mah moal kuat mun jiga maneh" , "Istirahat atuh ih, yeuh urang carekan yeuh!" dan sebagainya wkwkwk.Tapi ya beginilah saya dan harapan saya di 2017, semoga beberapa planning saya bisa tercapai untuk terus berbuat baik kepada alam dan sesama manusia. Amin. Salam lestari!

MASA DEPAN

    
      Kalau masa depan bisa kita lihat dari sekarang, mungkin saat ini manusia sudah bisa menemukan tujuan yang akan ia capai, kemana labuan tempat yang bakal ia cari - cari, jalan yang bakal ia tuju dengan konsep pemikirannya untuk mencapai ke tempat atau "masa depan" yang sudah ia lihat itu. Tapi kenyataan nya adalah masa depan itu ialah kata yang semu yang kehadiran nya kita umpamakan dengan hari esok, lusa, atau tahun depan, atau 5 tahun lagi, atau pun 10 tahun lagi, dan seterusnya. Manusia yang menganggap masa depan itu benar - benar ada tapi kalau hidup nya ga punya arah, haluan, dan rencana, itu hanya lah orang - orang yang merugi. Manusia itu diberikan kekurangan dan kelebihan sama tuhan. Jadi galilah kemampuan yang ada dikelebihan pada dirimu itu sebagai jalan menuju kearah masa depanmu. Dan jikalau dirimu sudah sukses dengan "kemampuan" atau "passion" yang ada dikelebihan pada dirimu itu, berarti itulah masa depanmu!.
.
.
Ps: Itu foto ceritanya hayalan masa depan saya wkwk

Minggu, 25 Desember 2016

CERITA PERJALANAN, LITERASI, CINTA, FRASA, SYAIR, DAN KERINDUAN



.
Pernah ketika diri ini menanjakkan kaki di Gunung Guntur, rasanya ingin berteriak seraya bernyanyi memanggil nama mu. Oh sang puan, diri ini rindu padamu. Tak mudah memang ternyata tuk melupakan mu. Hati memang tak bisa dibohongi. Tak terelakkan bahwa aku masih suka dengan dirimu. Padahal aku sudah mencoba membuat agar aku bisa melupakan mu dan membuka lembar kisah di kertas yang baru. Namun, sepertinya kertas itu lagi - lagi seperti ada coretan khas yang lagi - lagi membuatku benar - benar ga bisa lupa akan kenangan - kenangan mu. Instagram dan segala tetek - bengek nya pula selalu mengingat kan ku pada sosok kehadiranmu. Ternyata hatiku masih memang terpana dengan sosokmu itu. Jarak antara Bekasi - Depok tampak nya tidak begitu jauh dibandingkan dengan Bandung - Depok yang seakan membuat rindu ini mengakar dan menjalar kesemua syaraf. Tulisan atau otret - otretanku terkadang terinspirasi dari tingkah - tingkah konyolmu. Diriku memang suka hal yang berbau literasi dan sastra. Tapi ketika guyonan - guyonan "nyablak" kita hadir dikepala, seakan semua konsentrasi buyar dan yang ada malah hanya tersenyum mesam - mesem sambil mengingatmu. Dan semoga impianku mengajakmu ke gunung bisa terlaksana ya. Melalui perjalanan, kita bakal bisa mengenal satu sama lain lebih dalam. Puncak itu adalah bonus, dan perjalanan itu adalah segalanya. Ya, itu aku ibaratkan dengan kamu.

Sabtu, 17 Desember 2016

BANDUNGKU (part 2)


Ya, inilah Bandungku, tempat dimana aku mengenal tentang akulturasi budaya dan sosial. Tempat dimana aku berkembang mencoba menjadi pemuda yang berguna dan bermanfaat. Perkenalanku dengan Bandung sudah hampir berjalan yang ke sepuluh tahun. Andai bandung bisa diputar kembali ke waktu sedia kala ketika aku pertama kali menginjakkan kaki dikota ini. Tapi itu tak akan bisa. Semua sudah berubah. Jaman makin maju, dan Bandung pun kini sudah hampir mirip dengan kota metropolitan "Jakarta". Ini terlihat ketika setiap pagi hari tiba. Yang "kaya" menengah keatas semakin gengsi dengan mobil pribadi nya. Yang siswa & mahasiswa makin stres karna tiap hari harus berkutat dengan macet. Waktu ke sekolah atau ke kampus kian hari makin terpotong. Yang ojek atau mobil online sudah siap ambil ancang - ancang untuk mencari pelanggan. Dan akhirnya semua tumpah ruah dijalan raya, saling berdesak -desakan. Bandung ku sekarang bukan Bandung yang kupijak dan kukenal pertama kali seperti 9 tahun yang lalu. Ketika diriku mulai mengenal dan merasakan "dingin" nya Bandung. Apakah pemerintah tidak ada upaya untuk mengatasi nya? Ada ternyata jawaban nya. Mulai dari fly over, penambahan stok bus, hingga selfie di angkot. Tapi kenapa masih macet? Karna kesadaran masyarakat menengah "keatas" nya juga msih banyak yang kurang. Andai 1 mobil hanya diisi 1 orang ketika ingin berangkat kerja dipagi hari. Bayangkan berapa ribu mobil tiap hari yang beradu di jalan raya untuk sampai kantor nya. Mobil kalian yang gede itu sebenarnya kalo dijalan raya bisa menampung sampai dengan 3 motor tau. Percaya ga? Satu jalan yang mobil habisin sendiri dan dipake cuman satu atau dua org saja, sama dengan 3 motor yang bisa dipakai jalan untuk 6 orang. Dan edan nya lagi, tiap tahun mobil makin nambah jumlah nya. Belum lagi sabtu dan minggu pasti macet nya makin parah karena orang - orang dari kota lain berkunjung ke Bandung untuk menikmati liburan disini. Ayolaaah. Katanya orang bandung benci macet! Kok sekarang malah yang ditonjolin sisi hedon dan gengsi nya. Sekiranya buat ngisi bensin yg harga nya puluhan ribu tiap hari, mending uang nya dipake buat naik damri. Pakailah kendaraan mu dengan cermat guys! Laen jang saukur gaya di jalan raya. Kasian mahasiswa yang kuliah dan anak- anak yang sekolah. Pesan ini saya sampaikan dari komoditi minoritas yang waktu nya tersita wae(melulu) dijalan raya yang padat merayap.

Jumat, 16 Desember 2016

#SAVEALLEPO







Doa kalian untuk Allepo Suriah sangat lah berguna! Hashtag - hashtag kalian pun turut membantu mereka. Tapi apakah kalian faham dengan kronologi kejadian yang terjadi di negara timur tengah itu? Kalau belum faham, saya ingin menceritakan sedikit dengan cara yang sederhana. Suriah itu pemimpin negara nya saat ini adalah Bashar Al Assad. Beliau berkuasa macam diktator sama seperti Hosni Mobarak, Muhammad Qaddafi, ataupun presiden kedua di negara kita. Kemudian, singkat cerita awal mula nya para masyarakat dinegara sana demonstrasi secara besar - besaran untuk menyuruh beliau mundur. Kemudian tercetuslah perang antara oposisi (ibarat dinegara kita mah mahasiswa yang selalu orasi bin demo turun kejalan tahun 1998) dan Rezim (para tentara-tentara/ ABRI dibawa komando pemerintah atau rezim Al Assad) yang gara - gara gamau mundur dari jabatan nya. Singkat cerita, kejadian sekarang itu mirip dengan pengulangan tragedi di Indonesia, Mesir dan Libya. Dulu dikita (sebagai oposisi) yang memberontak pemerintah(rezim), akan diculik, dibunuh/ dihilangkan oleh ABRI, hingga terjadilah peristiwa Trisakti dan Semanggi yg terkenal merenggut nyawa mahasiswa. Dan kemudian Presiden mengundurkan diri. Mesir pun demikian, Hosni Mobarak yang waktu kita inget pasti di tahun 2011 yang lalu dengan hashtag #saveegypt nya melakukan hal yg sama. Membunuh rakyat nya sendiri. Kemudian akhirnya beliau sadar dan mundur dari jabatannya, kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup. Terakhir, yang extreme adalah diktator Libya, yaitu Mohammad Qadafi. Sang diktator yang berkuasa selama puluhan tahun ini dihilangkan jabatan nya secara paksa yaitu dengan cara dibunuh. Kemudian setelah ketiga negara ini revolusi nya berhasil, apa yg terjadi? Alhamdullilah di Libya sekarang sudah mulai berkembang kembali negara nya. Presiden baru Libya (karna qadafi sudah terbunuh) (Al- Mergayef) waktu itu meminta maaf kepada PBB atas kejahatan manusia yang dilakukan oleh Rezim Qaddafi, dan bahkan sekarang Jerman pun membantu perkembangan infrastruktur di negara tersebut. Di mesir sekarang? Demokrasi sudah terbuka. Negara sudah mulai melakukan pembenahan. Nah, lalu? Apakah rezim Al - Assad ini bisa ditumbangkan? Bisa kok. Pertama, dengan cara mengundurkan diri seperti bapak mantan presiden kita ataupun dibunuh secara paksa seperti Qadafi. Beliau saat ini masih bekerjasama dengan Rusia untuk terus memborbardir Allepo yaitu basis kelompok oposisi yang menentang pemerintahan nya. Al Assad itu penganut syiah, dan beliau sudah menjabat selama 16 tahun masa kepemimpinan nya sekarang (sejak tahun 2000). #saveallepo

Rabu, 14 Desember 2016

KOMUNITAS RUMAH MIMPI



Ini juga dari salah satu komunitas yang saya ikuti ditahun ini. Ya, nama komunitas tersebut adalah komunitas "RUMAH MIMPI" . Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan edukasi terhadap anak - anak jalanan yang kurang mampu dan belum bisa merasakan manis nya bangku sekolah. Dengan tagline andalan "belajar, berkarya, berbagi" komunitas Rumah Mimpi berjalan dengan penuh kerja keras untuk membuat generasi yang baik dimasa depan. Jadwal ngajar kita biasanya selasa sampai jumat, pukul empat sore. Letak belajar nya di lokasi CRS (Cikapundung River Spot) / Jalan Soekarno. Saya biasanya bisa nya dijadwal rabu dan kamis sore ikut kegiatan belajar mengajar seperti ini. Komunitas ini adalah generasi kedua, penerus dari generasi pertama kaka - kaka sebelum nya yang dari anak - anak unikom yang dulu mendirikan komunitas ini dan juga mengembangkan nya. Ngajarin mereka itu gampang - gampang susah, anak - gampang nya parolos, maraceuh (hiperaktif) haha. Jujur, terkadang mata ini suka berkaca - kaca liat kelakuan polos mereka. Bersyukur, karena saya bisa melihat tingkah lucu mereka.

INTERNAL OR EKSTERNAL ?



       Setiap orang punya cara nya tersendiri untuk jadi manusia yang produktif. Di lingkungan mahasiswa sendiri banyak aktifitas - aktifitas internal maupun eksternal yang bisa membuat diri kita mempunyai jadwal yang padat dan menjadi orang yang produktif. Tapi banyak yang kemudian menyepet diriku kenapa lebih aktif di kegiatan diluar dibandingkan dengan kegiatan internal yang ada dikampus. Alesan nya sederhana, yaitu aku sudah gatal dengan kegiatan struktur organisasi yang itu - itu aja. Dari tahun ketahun hanya seperti itu, gak ada yang berubah. Hampir SEMUA KAMPUS seperti itu. Kegiatan berjalan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan nya itu - itu aja. Menurutku itu MEMBOSANKAN. Paling juga kalo ada tambahan nya ya paling juga sedikit. Kebanyakan di rapat, rapat, dan rapat. Urusin Laporan lah, LPJ kegiatan lah, LPJ ina ini itulah, dan segala tetek bengek nya. Itu sudah kualami dari jaman ku OSIS SMP, hingga SMA. Dan kurasakan kembali di HIMA (taun kemarin) yang seakan - akan membuat waktu ku habis untuk hal yang kurang bermanfaat. Bagi diriku itu "Wasting time" banget. Karena jujur, aku lebih senang banyak berfikir, sharing, berbagi ilmu, banyak bergerak dan banyak bekerja ketimbang harus duduk manis mendengar celotehan orang lain, lalu mengobrolkan sesuatu yang ga ada faedah nya. Dari rasa kegerahanku ini lah, diriku mencoba untuk mencari -cari kegiatan eksternal yang bisa lebih bermanfaat untuk ku. Mulai lah kutemukan beberapa komunitas yang dirasa cocok dengan ku, dengan passion ku. Awal nya diriku mengenal komunitas "Ruang Film Bandung" yang bergerak diranah perfilman , kemudian merambah ke komunitas "My Trip My Adventure Bandung" yang bergerak dibidang alam dan lingkungan, lalu aku masuk kedalam komunitas "Rumah Mimpi" yang bergerak dibidang pendidikan terhadap anak - anak jalanan. Semakin banyak aku dapet link sana sini, dan sampai lah diriku menemukan BEM nya kota Bandung, yaitu KAAONE yang bergerak diruang lingkup sosial masyarakat. Dari situ diriku ini mulai merasa waktu produktifku ini seperti bermanfaat dan berguna, ketimbang diriku harus menyisihkan separuh hidupku untuk kampus. Sudah hampir setengah tahun ini, senin sampai dengan minggu ku terasa kaya yang ga ada tanggal merah nya, Sabtu dan Minggu selalu saja dibooking untuk kegiatan ini, itu. Suka lucu ketika teman - teman komunitas ku memerhatikan ku, memarahiku, memperingatkanku bahwa aku ga pernah istirahat gitu satu hari aja dirumah. Hampir semua temen - temen komunitas perhatian padaku. Tapi aku hanya bisa cengegesan sambil tersenyum lebar.

       Internal atau Eksternal itu adalah hak tiap masing - masing individu yang menjalankan nya kok. Selama itu bermanfaat buat dirimu, so lakuin dan jalanin aja. Jika kamu menganggap kegiatan Internal di kampus mu sudah bermanfaat dan dirasa sudah lebih dari cukup, nikmatilah. Akan tetapi, jika kamu sedang mengalami apa yang diriku alami sekarang, coba berontak dan berusahalah keluar dari zona membosankan mu itu! Karena separuh hidup mu bisa kamu habiskan untuk berputar kesana - kesini kok, kaya aku. Persepsi orang beda - beda, aku belum tentu pemikiran nya sama kaya dengan orang yang lain, tapi itu ga jadi masalah. Aku sharing sama Rohma, yang ikut kegiatan HIMA, BEM dan tetek bengek nya, dan ia juga ikut Literasi dikampus nya terkadang suka ga sepaham. Sama Sisil (Silvi) yang ikutan kegiatan seperti itu juga dikampus nya malah sering debat tambah hereuy wkwk. Kadang orang lain belum tentu bisa menerima pendapat yang kita punya. Tapi aneh nya setelah celotehanku didengar oleh mereka, ujung - ujung nya mereka sekarang malah lebih aktif di kegiatan Eksternal dan mulai mengurangi jatah kegiatan di Internal (kampus) masing - masing. Mohon maaf, aku tidak menyudutkan siapa pun. Ini jurnal ku, dan aku berhak porsi dukungannya lebih ke aku. Tapi mau kegiatan Internal ataupun Eksternal, selama itu positif dan bermanfaat untuk kita, LAKUKANLAH! Be yourself! Dan jadilah pemuda yang bermanfaat.

Kamis, 08 Desember 2016

KAA ONE = BEM KOTA BANDUNG = Badan Eksekutif Masyarakat nya kota Bandung


.
KAA ONE adalah suatu badan volunteer (relawan) yang ada di Bandung yang dibentuk sejak tahun 2015 kemarin oleh pak Ridwan Kamil . Bergerak dibidang sosial yang selalu meramaikan kegiatan - kegiatan ataupun setiap event yang ada di Bandung. Punya 6 formasi yang di setiap struktur organisasinya menggunakan bahasa kerajaan seperti "prabu, patih, senopati, tumenggung, dan punggawa". Keenam formasi itu yaitu India (media) , Bandung (badan pelindung) , srilanka (keamanan lalulintas) , pakistan (kebersihan) , indonesia (informasi) , dan formasi saya sendiri yaitu Burma (tim meramaikan event/acara). Di Burma sendiri hampir lebih dari 400 anggota lebih yg mencakup siswa, pekerja, dan mahasiswa yang hampir dari seluruh instansi/ perguruan tinggi yang ada di Bandung pun ada disini. Dari upi, unpad, itb, stikes, unisba, unpas,dll. Berbeda watak, berbeda jurusan, tapi satu tujuan. Yaitu bermanfaat untuk kota Bandung dengan membahagiakan para warga nya. Kita disini selama 2016 terus diikutsertakan dalam setiap event yang diadakan di kota Bandung. Dari AAF 2016 , Asian Flower, BUNKRI, Bandung Light Fest, Pemecahan rekor, dan masih banyak lagi. Dan event - event yang akan mendatang masih terus menerus berdatangan yang bakal membuat KAAONE akan terus bergerak dan tak akan pernah berhenti menebar kebaikan dan menjadi pemuda yang bermanfaat untuk kota Bandung. Teruntuk Burma khusus nya, kalian semua adalah keluarga ku! Kalian lah yang selalu menyibukkan sabtu minggu ku terkadang. Jadwal selalu padat! Tak pernah ada libur di kalenderku .
#kaaone #burma2016 #relawan #Dokumenterkudi2016

BANDUNGKU


                                                         

Bandung, kota dengan sejuta kisah. Bandung itu awal nya dirancang untuk kota 'bersinggah' bagi para kaum elit Belanda di zaman dulu. Daerah yang dibuat untuk tempat 'beristirahat' sambil menikmati suasana yang sejuk. Bukan didesain untuk jadi Kota Metropolitan. Maka dari itu gedung - gedung pencakar langit (seperti perkantoran) hingga sekarang jarang terlihat karena memang bukan untuk peruntukkan nya. Bandung itu dikelilingi hampir sekitar 700 an lebih gunung (diambil dari artikel sejarah | lanskap | budaya) , ditambah lagi wahana rekreasi wisata lain nya yang berupa buatan maupun alami untuk (pembelajaran edukatif maupun piknik bersama keluarga) ada sekitar 200an lebih di Bandung dan sekitar nya (dari mulai taman, jalan asia afrika,saung udjo, tahura ataupun situ, kawah, curug.) Yang di setiap wilayah pasti ada (dari ujung tangkuban perahu, ujung selatan pangalengan/majalaya, ujung barat rajamandala, ujung timur cicalengka, uber). Yang kalau kamu dalam setiap satu minggu mengunjungi satu tempat wahana wisata. Jika dihitung, kamu bisa mendapatkan 500 lebih-an minggu untuk bisa menikmati semua wahana yang ada di Bandung, jika kamu benar - benar ingin menikmati Gunung dan semua kawasan lain nya. Ada istilah dari karuhun dahulu yaitu "Bandung dilingkung ku Gunung" yang arti nya Bandung di kelilingi sama Gunung. Yang di ibaratkan wadah mangkok, nah Bandung itu di tengah nya. Dan hampir semua warga tau bahwa titik terendah kawasan Bandung adalah Dayeuhkolot Baleendah, maka dari itu maindset mereka berfikir jika daerah tersebut banjir adalah sesuatu yang wajar. Apalagi daerah itu "sisieuna" Citarum, begitu pendapat mereka. Bandung itu luas! Mungkin jika Bandung disandingkan dengan Provinsi DKI Jakarta saya masih mengatakan Bandung yang lebih luas. Bandung itu tempat saya mendapatkan banyak ilmu, sebelum saya suatu saat bersiap utk mengelilingi negeri ini. Ya, itu lah Bandungku, tempat dimana saya banyak menimba ilmu dan berbagi kebahagiaan.

Selasa, 06 Desember 2016

RUANG LINGKUP KOMUNITAS PENGGIAT ALAM YG ADA DI BANDUNG


.

                   

Satu hal yg unik, yg saya temui diacara bopex adalah bahwa saya bertemu lagi dgn komunitas - komunitas penggiat alam independen di Bandung Raya yang tidak asing lagi namanya. Ibarat musik indie, yang tak banyak terekspose tapi punya banyak kontribusi dan prestasi. Sama halnya dgn ini, yaitu komunitas penggiat alam yg ada di Bandung yg namanya melekat dan gakan lepas dari nama - nama JGB (Jelajah Gunung Bandung), Pendaki Koboi Indonesia, KPGB, Sabuki, Trashbag community, MTMA dan KUJ (Ulin Jarambah). Punya nama besar hasil dari torehan pencapaian dan kegiatan serta edukasi bersifat positif yg komunitas - komunitas tersebut buat. Lain hal nya dengan mapala/organisasi yg terikat dengan kampus/instansi yg sifat nya introvert. Komunitas independen ini justru terbuka/welcome dan sarat akan sharing (berbagi ilmu) untuk bersinergi bersama - bersama berbuat kebaikan untuk Bandung. Disetiap acara besar yg berhubungan dengan pelestarian alam/ kegiatan positif yang berbau lingkungan, komunitas - komunitas ini selalu ikut serta. Dari event Lintas komunitas 2016, kegiatan pemasangan sengkedan yang bertajuk #saveciharus , hingga yg kemarin surat edaran dari dinas tentang "Citarum bestari" pun nama komunitas itu lagi - lagi ada. Tak hayal, ketika ada kegiatan seperti bopex (Bandung Photography Exhebition) rasanya tidak ada senggang/ jarak diantara kami. Mau dari yang muda hingga yg tua. Di Bandung selain komunitas yang sudah punya nama besar seperti yang ditulis diatas ditambah ada ratusan komunitas, sispala, atau mapala yang lain yang malang melintang didunia outdoor, tapi asa meni eta eta deui yg saya temui, walau gak wawuh(kenal) semuanya. Perkenalanku dengan komunitas independen, dunia asa sempit ekekek.
#bopex2016 #standsaveciharus #sadarkawasan